PT. SABANG MERAUKE SEJAHTERA



" Ketika wajah ini penat memikirkan dunia maka berwudhulah, Ketika tangan ini lelah menggapai cita-cita maka bertakbirlah, Ketika pudak ini tak kuasa memikul amanah, maka bersujudlah. Ikhlaskan semua dan mendekatlah pada-Nya. Agar tunduk disaat yang lain angkuh, agar teguh di saat yang lain runtuh dan agar tegar di saat yang lain terlempar"

Rabu, 04 April 2012

Dua Teori Akomodasi Lensa

Dua Teori Akomodasi Lensa


Teori Helmaholtz (teori pasif)

Benda yang terlihat di jauh takterhingga akan dilihat oleh mata dalam keadaan istirahat dimana bayangan jatuh tepat diretina ini adalah akibat kontraksi Musculus Ciliaris, Pars Longitudinalis dan Pars Radialis. Hal ini akan mengakibatkan zonula zinii menegang dan lensa memipih disebut un accommodated eye.
Pada keadaan akomodasi pars ciliaris berkontraksi dan mengakibatkan Processus Ciliaris bergerak kedepan dan ketengah yang menyebabkan zonula zinii mengendor dan lensa mencembung.

Teori Tscherning (teori aktif)

Disini bila musculus ciliaris berkontraksi zonula zinii akan menegang dan lensa akan tertarik keluar (menjadi pipih) sedangkan bagian tengah lensa yang lebih kompak (padat) tidak akan ikut memipih jadi akan kelihatan lebih cembung.

Selasa, 03 April 2012

Singkatan-singkatan atau Istilah-istilah yang perlu di ketahui bagian II:


Singkatan-singkatan atau Istilah-istilah yang perlu di ketahui bagian II:
a.       Amplitudo Akomodasi (AA) : PP – PR (dioptri maupun cm)
b.      Afakia : keadaan bolamata dimana lensa mata sudah dikeluarkan (lens extractive)
c.       Katarak : keadaan mata dimana lensa mata mengalami kekeruhan
Pembagian Katarak     :
1.      Dilihat dari kekeruhan lensanya :
a.       Immature         : Belum matantg
b.      Mature             : matang
2.      Dilihat dari asalnya / Etiologinya :
a.       Senilis              : akibat ketuaan / bertambahnya usia
b.      Kongeritalis     : terjadi sejak fetus / dalam kandungan
c.       Infantile          : terjadi pada bayi / sesudah lahir
d.      Yuvenik          : terjadi pada anak muda (>20 tahun)
e.       Traumatis        : akibat trauma, missal : benturan, zatkimia, sinar dll
f.       Infectious        : akibat peradangan
Materi terkait baca disini!

Visus


Visus
Yang dinamakan dengan visus adalah kemampuan seseorang untuk dapat melihat suatau objek dengan jelas tanpa akomodasi. Dengan kata lain visus adalah suatu bilangan yang menunjukkan ketajaman penglihatan.
Misal : Visus A           : 6/40
            Artinya            : si A dapat mengenal huruf tersebut pada jarak 6 m sedangkan orang normal dapat mengenal huruf tersebut pada jarak 40 m.
Pada mata yang visusnya kurang dari 1 (5/5 atau 6/6) dikoreksi dengan lensa spheris (+) atau (-), lensa cylindris (+) atau (-) dan lensa spherocylinder, dimana kekuatan dari lensa-lensa tersebut dinyatakan dalam Dioptri (D).
Ada 3 hal yang diakibatkan oleh pemaksaan koreksi yang tidak mencapai 6/6 :
1.      Astigmat
2.      Distorsi
3.      Effelprioma 
Materi terkait baca disini!

Optotip


Optotip

Sebagaimana yang sudah kita ketahui didalam optotip terlihat huruf-huruf yang semakin kebawah semakin kecil. Bila angka atau huruf atau angka yang terbesar tidak terlihat juga oleh penderita, maka kita gunakan finger counting yaitu pada jarak 6 m sampai 1 m dan dinyatakan dalam tajam penglihatan 6/60 sampai 1/60.
Bila dengan menghitung jari, tidak dapat dinyatakan oleh penderita maka kita akan menggunakan Hand Movement, dimana visus dinyatakan 1/300.
Bila gerakan ini tak terlihat juga maka kita akan memakai lampu senter untuk menunjukkan apakah penderita masih dapat melihat cahaya atau tidak, ini disebut dengan Light Perception, dimana visus dinyatakan 1/ (takterhingga).
Dalam hal ini dia tak tahu datangnya arah sinar, maka hal ini disebut sebagai proyeksi negataif yang dinyatakan dengan visus 1/∞ Proyeksi Negatif.
Sebaliknya bila dia tahu arah datangnya sinar, dinyatakan dengan 1/∞ Proyeksi Positif.
Bila penderita tidak dapat melihat cahaya atau tidak dapat membedakan terang dan gelap, dinyatakan buta total. Adapun tanda buta total adalah padasaat mata disinari, pupil tidak bereaksi.
Materi terkait baca disini!

Senin, 02 April 2012

Singkatan-singkatan atau Istilah-istilah yang perlu di ketahui ( Bagian I ) :

 Singkatan-singkatan atau Istilah-istilah yang perlu di ketahui ( Bagian I ) :

a.       OD : Oculus Dextra

b.      OS : Oculus Sinistra

c.       AVOD : Acies Visus Oculus Dextra

d.      Hy : Hypermetrope

e.       My : Myope

f.       Ast : Astigmat

g.      S/Sph : Spheris

h.      Cyl : Cylinder

i.        PD : Papillae Distancia

j.        DV : Vertex Distance

k.      PP : Punctum Proximum ( titik terdekat yang masih dapat dilihat dengan akomodasi sekuatnya )

l.        PR : Punctum Remotum ( titik terjauh yang masih dapat dilihat jelas tanpa menggunakan akomodasi )

m.    Acc  : Akomodasi

n.      Add : Addition

o.      Luxasio Lentis :  Keadaan mata dimana lensa lepas dari zonula zini

p.      Macula : Bintik putih di cornea yang agak tebal

q.      Nebula  : Bintik putih dicornea yang tipis

r.        Leucoma  : Bintik putih di cornea yang melebar

s.  Glaucoma : Tekanan bola mata yang meninggi yang disebabkan input tidak sama dengan outflow dari cairan Aqueus Humor

t.        Ablation Retina : Terlepasnya lapisan retina dari tempatnya atau lapisan retina yang sobek

u.  Amblyopia: Penurunan visus tanpa diketahui atau diketemukan kelainan organiknya (tidak dapat dikoreksi)

v.      Anisometropia : Keadaan dua belah mata dimana kekuatan mata yang satu tidak sama dengan kekuatan mata lain

w.    Anisokonia : Keadaan dua belah mata dimana maya yang satu Hy dan yang lain My

x.      Akomodasi : Pada akomodasi mata terjadi 3 peristiwa yang disebut Trias Akomodasi :

1.      Konvergensi : usaha dari kedua mata untuk melihat benda

2.      Miosis : Mengecilnya pupil mata

3.      Akomodasi Lensa : Bayangan diusahakan jatuh tepat diretina

Ada dua teori akomodasi lensa:

1.      Teori Tscherring                           

2.      Teori Helm Holtz                         

y.      Akomodasi Sepasmus : Kekejangan dari otot bola mata akibat akomodasi terus menerus 
Materi terkait baca disini!

Kacamata


Kacamata

Kacamata dalam arti umum bersifat berlawanan dari kelainan mata sehingga kesalahan-kesalahan ini akan saling menetralisir. Kita juga dapat membuat mata menjadi Ametrop yaitu dengan jalan memberikan atau memasang kontak lens dimata tersebut. Dan ini dapat dibuat Emmetrop kembali dengan kacamata yang berlawanan ukurannya dengan contact lens tersebut. Jadi disini kombinasi kacamata dengan contact lens tersebut mempunyai nilai nol.












           
  Telah diketahui bahwa pada Ametropia bayangan di retina kabur, sedangkan pada Emmetrope bayangan di retina jelas. Disini mata kita disebut Emmetrope jika mempunyai tajam penglihatan maximum, sebaliknya dengan membuat tajam penglihatan maximum maka mata menjadi Emmetrope tanpa akomodasi ( untuk jarak jauh ). Dan ini kita anggap suatu mata yang ideal. Usaha untuk kearah tajam penglihatan maksimum adalah bersamaan dengan usaha melihattanpa kesalahan dalam keadaan confortable (nyaman).
            Kacamata dengan ukuran yang tidak penuh pengoreksian matanya adalah kacamata yang salah. Karena karena orang tersebut akan mengusahakan matanya secara tidak normal untuk melihat secara maksimum ( konsentrasinya). Hal ini dapat dikerjakan atau terpaksa dikerjakan jika:
1.      Ada perubahan kacamata yang sangat besar
2.      Pada Annisometropia tinggi
3.      Pada perubahan kekuatan Astigmat tinggi yang disertai perubahan axisnya.
Jadi pada pemeriksaan refraksi kita harus berusaha membuat tajam penglihatan mata yang maksimal ( optimal ), janganlah puas dengan hasil yang tidak penuh ( tajam penglihatan yang kurang ) karena kelainan refraksi bukanlah penyakit atau suatu kelemahan dari mata, meskipun kelainan bentuk ( akibat pertumbuhan ) dan akibat dari ketuaan dapat menyebabkan kelainan refraksi.


Pemeriksaan refraksi dibagi dua:
1.      Pemeriksaan secara objektif, dimana pada pengukuran pasien bersifat pasif atau tidak bicara. Yang menentukannya adalah pemeriksa dengan alat-alat optic atau refraksi seperti:
o   Streak / Retinoscope
o   Refractiometer
o   Keratometer
o   Computer
2.      Pemeriksaan secara subjektif, dimana pada pengukuran pasien bersifat aktif karena dia merasakan perubahan-perubahan yang diberikan padanya oleh pemeriksa. Untuk itu diperlukan ruangan yang cukup besar atau tertentu. Alat-alat refraksi yang dipergunakan adalah:
o   Trial Lens Set dan Trial Frame
o   Optotip dan Clock Dial
Yang semuanya akan dibicarakan satu persatu.
Materi terkait baca disini!


Minggu, 01 April 2012

SABAR & TAHAN!!!

PT. SABANG MERAUKE SEJAHTERA


" Ketika wajah ini penat memikirkan dunia maka berwudhulah, Ketika tangan ini lelah menggapai cita-cita maka bertakbirlah, Ketika pudak ini tak kuasa memikul amanah, maka bersujudlah. Ikhlaskan semua dan mendekatlah pada-Nya. Agar tunduk disaat yang lain angkuh, agar teguh di saat yang lain runtuh dan agar tegar di saat yang lain terlempar"