Harapan Rhod (Sel Batang) Yang Mencintai Cone (Sel Kerucut)
“Ya Allah jika ia baik untuk hidupku dan agamaku, jadikanlah ia
pendamping hidupku” (Mu’uy_Wong_Cilik)
Namaku
“Rhod”, aku biasa dipanggil
“Sel
Batang” oleh orang indonesia. Aku bekerja di Optic Eyeled. Aku
ditempatkan di
“Retina Bagian Perifer”. Aku menjabat
sebagai
“Sel Reseptor”. Pekerjaanku setiap hari adalah
mengubah rangsang cahaya menjadi impuls listrik yang berjalan sepanjang
serabut saraf sensoris menuju daerah penglihatan di otak, atau lebih
simpelnya aku dikenal sebagai pengirim sinyal keotak setelah terangsang
oleh cahaya. Sinyal yang sudah terkirim keotak selanjutnya
diinterpretasikan sebagai penglihatan.
Aku memiliki rekan kerja yang cantik,imut dan baik hati
(ngawur.com^^), namanya
“Cone”, oleh orang indonesia
Cone biasa dipanggil
“Sel Kerucut”. Cone ditempatkan di
“Retina Bagian Sentral”. Jabatannya sama denganku yaitu sebagai “Sel
Reseptor”, begitu juga dengan pekerjaannya sehari-hari sama persis
denganku yaitu mengubah rangsang cahaya menjadi impuls listrik yang
berjalan sepanjang serabut saraf sensoris menuju daerah penglihatan di
otak, atau lebih simpelnya sebagai pengirim sinyal keotak setelah
terangsang oleh cahaya. Kami memang banyak memiliki persamaan^^, tapi
ada juga kok perbedaannya ^____^”.
Kami memiliki fotopigmen yang disebut rodopsin pada diriku dan opsin
pada Cone. Paparan sinar memicu reaksi kimia pada fotopigmen yang
mengubah energi sinar menjadi aktivitas listrik, memunculkan rangsang
visual pada retina dan dihantarkan oleh serabut saraf menuju otak.

Jarak antara perifer dan sentral tidak terlalu jauh, ini memberiku
kesempatan untuk curi-curi pandang pada Cone. “Upss… Ghordul Basor Mas!
(Tundukkan Pandangan Mas!) ” hehehe. Hal yang tak dapat ku pungkiri
dalam hidup ini bahwa aku benar-benar mencintai dan menyayangi Cone^^.
Jabatan kami yang sama dan fungsi kerja kami yang sama tidak menjadi
jaminan bahwa kami dapat bekerja secara bersama-sama. Kami memiliki
kekurangan dan kelebihan masing-masing dalam bekerja. Mungkin ini yang
menyebabkan kami tidak dapat bekerja bersama. Aku memiliki kepekaan yang
tinggi terhadap sinar dibanding sel kerucut, namun aku tidak dapat
membedakan warna dan kemampuan resolusiku buruk, sehingga aku diberi
tanggung jawab untuk penglihatan pada keadaan remang (penglihatan
skotopik). Sedangkan Cone mempunyai kemampuan melihat detil yang halus
dan membedakan warna, sehingga Cone diberi tanggung jawab pada keadaan
terang (penglihatan fotopik).
Sahabat, taukah engkau? Setiap kali aku melihatnya, semakin bertambah
rasa cinta dan sayangku kepadanya^^. Aku senang sekali bias melengkapi
kekurangannya dan akupun lebih senanglagi ketika ia mau melengkapi
kekuranganku. Semoga cinta kami ini bukan cinta karena kesempurnaan
semata, namun juga mencintai ketidak sempurnaan dengan cara yang
sempurna^___^”. Aku berharap bisa bersamanya untuk selamanya Aamiin.
Sahabat, masih ingatkan dengan kata bijak ini?
“Usaha tanpa do’a adalah sombong, do’a tanpa usaha adalah bohong”.
keinginanku untuk bersamanya memerlukan do’a dan usaha, usahaku saat
ini adalah…? <rahasia.com>^^. Do’a yang selalu ku panjatkan
disetiap sujudku (kalo gak lupa

) “Ya Allah, jika ia baik untuk hidupku
dan agamaku, jadikanlah ia pendamping hidupku^^ Aamiin”. Do’a ini bagian
dari harapanku untuk bisa bersamanya.</rahasia.com>
Sahabat, sebelum aku akhiri kata-kataku ini, masih ada satu rahasia
yang belum aku ungkapkan. Zona transisi antara penglihatan fotopik dan
skotopik dimana tingkat penerangan hampir sama dengan saat senja disebut
penglihatan mesopik, pada saat ini aku dan Cone bekerja tidak pada
puncak kemampuan. Saat itulah kami bekerja secara bersama-sama, namun
saat-saat seperti itu terasa sangat cepat sekali T_T”. Hanya kesabaran
yang kami perlukan saat ini untuk dapat menikmati kebahagiaan pada
situasi dan kondisi yang tepat. Bukankah semua akan indah pada
waktunya?_?. Tinggal langkah kita untuk sampai pada waktunya.
The and!
SEMOGA BERMANFAAT
NB: Bila ada kesalahan Mohon di koreksi.. Thanks ^_^”.
Materi terkait baca disini!